Binmas Noken di Papua Semakin Gencar, Polres Kepulauan Yapen Bina Peternak Sapi

Alfanny - Selasa, 27 Juli 2021, 11:34 WIB

Bimas Noken Yapen PeternakanBimas Noken Yapen Peternakan/tribratanew.papua.polri.go.id

FIXJAKARTA.COM.  Sebagai insan bhayangkara, tugas polisi tidak hanya menegakkan hukum dan menjaga keamanan saja, tetapi juga melakukan fungsi pembinaan masyarakat (bimas).  Di Papua, Polri tengah menggencarkan program "Binmas Noken".  

Satgas Binmas Noken yang dibentuk awal 2018 merupakan satu diantara 6 (enam) Satgas dibawah kendali Satgas Operasi Khusus Papua, yang kemudian dikenal dengan Nemangkawi. Nemangkawi merupakan nama lain dari Gunung di jajaran Pegunungan Tengah Papua yang sangat diagungkan dan dikeramatkan oleh rakyat Papua, 

Konsep Binmas Noken mengantikan konsep Binmas Pioneer, agar lebih membumi (local wisdom). Secara harfiah noken merupakan kantong atau tas secara tradisional khas Papua.

Noken terbuat dari bahan alami, seperti tumbuhan (kulit kayu, bunga anggrek, dll), namun kini juga sudah banyak terbuat dari bahan-bahan modern. Noken telah menjadi salah satu kerajinan tangan khas Papua. 

Secara filosofi, noken dimaknai sebagai wadah atau tempat untuk menampung segala aspirasi, usulan, keluhan, permasalahan warga masyarakat untuk dicarikan solusinya. Kaum perempuan Papua biasanya menggunakan noken yang lebih besar untuk menenteng bawaan berupa hasil kebun, kayu, anak babi bahkan anak mereka.

Kalau noken kecil isinya biasanya hanya keperluan sehari-hari termasuk “sirih pinang”, sedangkan tas noken yang lebih besar isinya bisa sangat beragam, di situlah Noken bermakna sebagai “kehidupan”.  

Konsep Binmas Noken adalah interaksi Polri langsung memberikan bantuan dan memberdayakan masyarakatnya. Program Binmas Noken ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs), memfasilitasi pengajaran dan melakukan pendampingan kepada masyarakat.

Bentuk-bentuk kegiatan yang digelar pada prinsipnya adalah, sesuai kebutuhan, kebiasaan, sederhana (tidak rumit) dan tidak terlalu lama seperti bertani, berkebun, beternak dan mengajarkan anak-anak dengan metode “trauma healing”. Sasaran akhirnya adalah masyarakat produktif dengan aktifitas pemenuhan kesejahteraan mereka dan tidak lagi berfikir membangun ideologi yang berlawanan dengan NKRI.

Sebagai contoh, Polres Kepulauan Yapen melakukan pembinaan dan pendampingan peternakan yang digeluti sebagian warga Kepulauan Yapen Papua.  Para bhabinkamtibmas yang ada di sejumlah Polsek di lingkungan Polres Kepulauan Yapen terjun langsung ke masyarakat menyampaikan edukasi bagaimana memelihara sapi dengan menjaga kesehatan sapi, memberinya makanan yang baik serta memelihara kebersihan kandang.

Bhabinkamtibmas Polsek Angkaisera Briptu Frans Ambokari yang melakukan pembinaan terhadap peternak sapi di kampung Kontiunai Distrik Yawakukat mengatakan bahwa peternakan sapi di Yapen cukup potensial untuk dikembangkan.

"Pendampingan dan pembinaan terhadap peternak sapi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga kamtibmas tetap kondusif," ujar Briptu Frans Ambokari dalam rilis yang diterima FIXJAKARTA.COM pada Selasa 27 Juli 2021. 

Selain pembinaan terhadap peternak sapi, bhabinkamtibmas Polres Yapen juga mendampingi masyarakat dalam bergotong royong membangun infrastruktur dasar.  Di kampung Nunsembai, Bhabinkamtibmas Polsek Yapen Timur Brigadir Yanes Rubari bergotong royong bersama masyarakat membangun saluran pipa air bersih dan bak penampung air secara swadaya.

"Kita harapkan masyarakat bisa menikmati air bersih agar kesehatan bisa terjaga supaya tetap hidup produktif untuk meningkatkan kesejahteraan," pungkas Brigadir Yanes Rubari.




Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot