Berhasil Basmi Terorisme, Mesir Cabut Keadaan Darurat

Alfanny - Kamis, 28 Oktober 2021, 22:38 WIB

Berhasil Basmi Terorisme, Mesir Cabut Keadaan DaruratBerhasil Basmi Terorisme, Mesir Cabut Keadaan Darurat/news.cn

FIXJAKARTA.COM.  Setelah bertahun-tahun dalam keadaan darurat, Pemerintah Mesir akhirnya mencabut keadaan darurat di negeri tersebut.  Sejumlah pengamat menilai keputusan Mesir tersebut memberikan pesan kuat bahwa Mesir sudah menang dalam perang melawan terorisme

Keputusan tersebut dinilai akan berdampak positif bagi rakyat Mesir karena menghapus semua pembatasan kebebasan yang diberlakukan oleh undang-undang darurat.   Pada hari Senin, 25 Oktober 2021 lalu, Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi mengumumkan bahwa ia membatalkan perpanjangan keadaan darurat selama bertahun-tahun di seluruh negeri.

Mesir memberlakukan keadaan darurat pada April 2017 setelah terjadinya dua pemboman gereja yang menewaskan sedikitnya 45 orang.Keadaan darurat tersebut terus diperbarui untuk menghadapi organisasi teroris.    Aksi terorisme di Mesir meningkat setelah Presiden Mursi dikudeta oleh militer yang kemudian disusul oleh sejumlah demonstrasi berdarah yang digerakkan oleh Ikhwanul Muslimin yang merupakan pendukung utama Mursi.

Namun setelah Presiden Al-Sisi membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menghukum mati sejumlah aktivisnya serta melakukan operasi anti-teror pre-emptive maka aksi terorisme di Mesir menurun tajam. 

Tentara Mesir dan dinas keamanan yang memiliki kapasitas untuk menghadapi semua risiko dan tantangan merupakan salah satu alasan di balik penurunan aksi teror di seluruh Mesiri. 

"Keinginan menarik investasi asing dan mempromosikan wilayah yang aman, stabil secara politik dan ekonomi di Mesir juga merupakan salah satu alasan di balik pembatalan keadaan darurat," ujar Tarek Fahmy, Professor Ilmu Politik di Cairo University sebagaimana dilansir situs news.cn yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Fahmy mencatat bahwa keputusan tersebut menegaskan kekuatan negara Mesir dan mencerminkan kemenangan Mesir dalam perang melawan terorisme.

"Keputusan tersebut merupakan langkah positif dan akan berdampak positif pada semua sektor," kata Fahmy. 

Pada bulan September 2021 lalu, Presiden Sisi meluncurkan strategi nasional pertama Mesir untuk Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai langkah kunci untuk meningkatkan HAM di negara itu.

Sementara itu, Samir Farag, seorang pensiunan mayor jenderal Angkatan Darat, menggambarkan keputusan untuk membatalkan keadaan darurat sebagai "langkah bersejarah."

"Rakyat Mesir adalah yang pertama mendapat manfaat positif dari keputusan ini karena mereka akan hidup normal kembali," Farag, mantan direktur di Kementerian Pertahanan Mesir

Faraq optimis bahwa langkah itu akan menarik investasi ke Mesir.

"Investor tidak dapat memulai bisnis di negara di bawah undang-undang darurat." ujar Faraq. 

Faraq juga mengungkapkan bahwa pariwisata akan tumbuh kembali berkat keputusan ini.

"Beberapa negara selama ini takut mengirim wisatawan selama undang-undang darurat diberlakukan," jelasnya.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot