Berduka Atas Tingginya Kematian Ibu Hamil Akibat Covid-19, Ketua DPR Puan Maharani Desak Pemerintah Antisipasi

Alfanny - Rabu, 25 Agustus 2021, 6:16 WIB

Ketua DPR RI Puan MaharaniKetua DPR RI Puan Maharani/dpr.go,id

FIXJAKARTA.COM.    Ketua DPR RI Puan Maharani prihatin atas tingginya jumlah ibu hamil yang meninggal dunia akibat Covid-19. Dia mendesak pemerintah agar mengantisipasi bertambahnya kasus kematian ibu hamil karena Corona.

“Belakangan saya banyak melihat perjuangan ibu hamil melawan paparan Corona, dan tidak sedikit bayi harus kehilangan ibunya karena ganasnya virus ini. Sebagai seorang ibu, saya ikut merasakan kepedihan yang amat dalam,” kata Puan di Jakarta, Selasa 24 Agustus 2021. 

“Sungguh tidak terbayangkan sulitnya keadaan suami yang kehilangan istri, anak yang kehilangan ibu, ataupun orangtua yang kehilangan putrinya saat tengah mengandung. Bahkan beberapa kasus diketahui, bayi yang dikandungnya juga tidak selamat. Betapa perihnya bagi bayi yang baru lahir tidak bisa merasakan sentuhan dan ASI dari ibunya sendiri,” imbuh Puan yang juga mempunyai dua anak itu.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan duka cita atas meninggalnya para ibu hamil akibat Covid. Semoga keluarga bisa kuat menjalani beban yang cukup berat itu. Dan sudah menjadi tugas pemerintah untuk memastikan perlindungan kepada seluruh ibu hamil,” sambung Puan.

Berdasarkan data dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), ada 536 ibu hamil terpapar Covid-19 pada periode April 2020-April 2021. Sebanyak 3% di antaranya meninggal dunia.

Data tersebut merupakan data sebelum lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang terjadi pada periode Juni-Juli 2021 karena serangan varian Delta. Dalam periode tersebut, banyak daerah yang melaporkan peningkatan kasus kematian ibu hamil akibat Corona.

Salah satunya seperti yang terjadi di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, yang mendata kematian sebanyak 28 ibu hamil karena terpapar Covid-19 dalam kurun waktu Juli-Agustus ini. 

Puan menilai, jumlah tersebut bukanlah angka yang sedikit.

“Ini baru laporan satu rumah sakit di satu wilayah dalam satu bulan. Padahal ada banyak sekali kejadian di berbagai daerah,” ujarnya.

“Saya berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih untuk meningkatkan fasilitas kesehatan bagi para ibu hamil yang rentan terpapar Covid-19. Termasuk penyediaan ventilator, ICU, dan NICU,” tambah Puan.

Tingginya angka kematian ibu hamil akibat Covid-19 juga terlihat dari kenaikan jumlah kematian ibu hamil selama masa pandemi. POGI mencatat kenaikan kematian ibu hamil selama pandemi mencapai hingga 10 kali lipat.

“Ibu yang mengandung menjadi simbol harapan kehidupan baru. Melihat data yang disampaikan POGI, kita harus memberikan perlindungan ekstra kepada para ibu hamil karena apabila terpapar Covid, ibu hamil memiliki risiko yang berlipat kali lebih tinggi,” jelas Puan.

Untuk itu, Puan berharap program vaksinasi kepada ibu hamil semakin digencarkan oleh pemerintah.

“Pastikan stok vaksin untuk ibu hamil selalu tersedia di setiap daerah, kemudian pemerintah harus lebih masif lagi melakukan sosialisasi pentingnya pemberian vaksin kepada ibu hamil untuk menekan angka kematian kasus ibu dan bayi,” ungkap perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI itu.

Kementerian Kesehatan sudah mengizinkan pelaksanaan vaksinasi Covid bagi ibu hamil sejak awal Agustus ini. POGI juta telah memberi rekomendasi bahwa vaksin Covid bisa diberikan pada ibu hamil dengan usia kehamilan 12-33 minggu. 

Mantan Menko PMK ini mengingatkan pemerintah agar program vaksinasi kepada ibu hamil dilakukan secara merata di seluruh daerah. Puan berharap, tidak ada lagi kasus kematian ibu hamil akibat Covid-19.

Terkait ibu hamil di masa pandemi Covid-19 ini, Puan juga memberikan bantuan kepada mereka. Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Puan menyalurkan bantuan makanan bergizi untuk ibu hamil di Klaten, Jawa Tengah.

Tak hanya itu, Puan juga memberikan ratusan paket makanan tambahan untuk ibu hamil yang disalurkan melalui Pemkab Sukoharjo. Puan ingin memastikan kesehatan ibu hamil tetap terjaga dan kebutuhan gizi mereka terpenuhi di tengah pandemi Covid-19.

Puan: DPR Siap Kawal RAPBN 2022 untuk Lindungi Rakyat dari Risiko Pandemi

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan DPR siap mengawal pembahasan RUU APBN 2022 bersama pemerintah agar dapat merespons dinamika dan risiko pandemi Covid-19 yang dapat berubah secara cepat. 

“Respons tersebut semata-mata untuk melindungi rakyat dari dinamika dan risiko akibat pandemi Covid-19,” kata Puan merespons tanggapan pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait RAPBN 2022, di Jakarta, Selasa 24 Agustus 2021. 

Mantan Menko PMK ini mengatakan, tahun 2020 dan 2021 memberikan pembelajaran bahwa APBN yang fleksibel dan responsif sangat penting dalam penanganan dampak pandemi Covid-19.

“Sebab penanganan Covid-19 menjadi kunci untuk pemulihan ekonomi,” kata Puan.

Oleh karena itu, menurut Puan, sinergi DPR dan Pemerintah sangat diperlukan untuk mewujudkan pemulihan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. 

“Sinergi ini dalam konteks checks and balances dalam penyusunan RAPBN 2022,” ujarnya.

Lebih jauh Puan menilai tanggapan pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait RAPBN 2022 makin memperjelas arah APBN yang masih menjadi instrumen penting dan utama untuk  pemulihan ekonomi, sehingga anggaran harus dibangun dengan karakteristik responsif, antisipatif dan fleksibel. 

“Untuk itu RAPBN tahun  2022 akan fokus pada intervensi penanganan kesehatan, perlindungan  masyarakat, dan reformasi struktural untuk mengakselerasi pemulihan,” pungkas Puan.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot