Berdiri Sewaktu Asyraqalan

Senja Bagus Ananda | Aris Moza - Rabu, 13 Oktober 2021, 12:30 WIB

Ilustrasi asyraqalIlustrasi asyraqal/lirboyo.net

Oleh M. Ishom el Saha

FIXJAKARTA.COM - Dalam kitab al-Barzanji disebutkan bahwa dianggap mulia bersikap berdiri pada saat mengenang kelahiran Nabi Muhammad sesuai pandangan ulama yang meriwayatkan secara berkesinambungan. Redaksi lengkap dalam kitab al-Barzanji adalah berikut ini:

( وقد استحسن القيام عند ذكر مولده الشريف أئمةٌ ذوو رواية ورويّه ، فطوبى لمن كان تعظيمه صلّىالله عليه وسلّم غاية مرامه ومرماه )

Kata istahsan dalam redaksi di atas tidak sama dengan istihsan (manfaat/al-naf') dalam teori ushul fiqh yang dianut mazhab Maliki. Akan tetapi, pengertiannya adalah sesuatu yang dianggap baik. Oleh sebab itu, jika ada yang menganggap berdiri saat pembacaan maulid adalah berdasarkan istihsan (teori mazhab Malikiyah), hal itu salah sasaran.

Berdiri saat pembacaan asyraqal dalilnya mengikuti hadis Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Nabi memerintahkan orang-orang Anshar supaya berdiri untuk menghormati pemimpinnya, sahabat bernama Saad. Waktu itu Saad sedang sakit. Namun, perintah supaya berdiri bukan karena menghormati orang sakit, melainkan karena Saad adalah tokoh Anshor.

قوموا إلى سيدكم ) وهذا القيام كان تعظيماً لسيدنا سعد رضي الله عنه ولم يكن من أجل كونه مريضاً وإلا لقال قوموا إلى مريضكم ولم يقل إلى سيدكم ولم يأمر الجميع بالقيام بل كان قد أمر البعض .

Editor: Senja Bagus Ananda

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot