Banyak Lulus di UI, ITB dan UGM, Menag Tantang Madrasah Lain Kalahkan Prestasi MAN Insan Cendekia Serpong

Alfanny - Rabu, 6 Oktober 2021, 8:20 WIB

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di MAN IC SerpongMenteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di MAN IC Serpong/kemenag.go,id

FIXJAKARTA.COM. Keberhasilan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Serpong meluluskan siswanya di sejumlah PTN favorit seperti UI, ITB dan UGM sekaligus menjadi yang terbaik dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2021 mendapat apresiasi dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Menag Yaqut berharap, UTBK tahun depan akan semakin banyak madrasah, khususnya MAN IC, yang mendapat capaian terbaik.

"MAN IC lainnya jangan mau kalah. Kalau sekarang terbaik UTBK adalah MAN IC Serpong, besok ranking 1 sampai 23 harus MAN IC di seluruh nusantara," terang Menag saat menghadiri Tasyakuran Milad ke-25 MAN IC Serpong di Serpong, Selasa 5 Oktober 2021 sebagaimana dilansir website Kemenag yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

"Saya yakin ini bisa dilakukan karena MAN IC semangatnya sama," sambungnya.

Saat ini, tercatat ada 23 MAN IC di seluruh Indonesia. Selain MAN IC Serpong, ada MAN IC Gorontalo yang berada pada ranking 25 UTBK Nasional 2021. Kedua MAN IC ini adalah yang didirikan pada fase awal.

"MAN IC Serpong lahir terlebih dahulu. Jangan terlena. Prestasi bukan soal balapan karung, lari duluan finis duluan. Kalau terlena, bisa disalip MAN IC lainnnya. Dan saya berharap itu bisa terjadi," pesan Menag.

"Kalau hari ini MAN IC Serpong dapat hibah tanah 5,7 Ha dari Pemkot Tangsel, MAN IC lainnya harus ngiri. Dekati Bupati dan Walikota untuk bisa mendapat hibah tanah juga. Urusan pembangunan, biar dipikirkan oleh Dirjen Pendidikan Islam," sambungnya.


Tantangan Siswa Madrasah Lulus UTBK dan Seleksi Masuk PTN


Sementara itu konsultan pendidikan Abdurrahman dari Tim Edukasi Alumni UI menyatakan dukungannya pada tekad Menag Yaqut Cholil Qoumas yang ingin meluluskan banyak siswa madrasah ke PTN favorit seperti UI, ITB dan UGM.  Namun Abdurrahman menyebutkan sejumlah tantangan teknis di lapangan sehingga jumlah siswa madrasah yang ke lulus ke PTN favorit masih rendah bila dibandingkan siswa sekolah negeri dan swasta lainnya. 

"Pertama, siswa madrasah dibebani kurikulum ganda yaitu kurikulum Kemenag yang berisi muatan pelajaran-pelajaran agama dan kurikulum Kemendikbud yang memuat mata pelajaran umum.  Sementara itu, mata pelajaran yang diujikan dalam UTBK dan seleksi masuk PTN lainnya adalah mata pelajaran umum," terang Abdurrahman kepada reporter FIXJAKARTA.COM pada Rabu 6 Oktober 2021.

Abdurrahman kemudian menyebutkan penyebab kedua rendahnya siswa madrasah yang lulus PTN favorit adalah memang siswa madrasah lebih diarahkan ke Universitas Islam Negeri (UIN) atau PTAIN lain di bawah binaan Kementerian Agama.

"Bahkan ada beberapa pesantren yang mempunyai perguruan tinggi agama sendiri sehingga santri-santri madrasahnya lebih diarahkan kuliah di situ, padahal potensi kelulusan mereka di PTN cukup besar," ungkap Abdurrahman. 

Menurut Abdurrahman, berdasarkan pengamatannya ketika menempuh kuliah Sastra Inggris di Universitas Indonesia dan juga PTN lain, siswa madrasah atau santri pesantren justru lebih menunjukkan prestasi akademik dibandingkan lulusan sekolah negeri ketika menjalani kuliah.

"Di UI, beberapa lulusan madrasah dan pesantren bisa menjadi mahasiswa berprestasi dan bahkan Ketua BEM UI. Zaadit Taqwa, Ketua BEM UI yang pernah memberikan 'kartu kuning' kepada Presiden Jokowi itu adalah lulusan Pesantren Al Bayan Sukabumi," terang Abdurrahman yang juga pernah menjadi Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Indonesia. 

Oleh karena itu, Abdurrahman mengharapkan Kementerian Agama membuat program affirmative action bagi siswa madrasah agar mereka mampu bersaing di UTBK dan seleksi masuk PTN lainnya.

"Saya berhasil masuk Sastra Inggris UI di tahun 2006 karena program pesantren kilat sukses masuk PTN yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Jabar yang melatih puluhan santri terseleksi dari sejumlah pesantren di Jawa Barat. Namun sayang program tersebut tidak berjalan lagi sekarang," papar Abdurrahman.

Abdurrahman mengungkapkan bahwa ia bersama sejumlah alumni UI lainnya kini merintis Tim Edukasi Alumni UI yang memfokuskan aktivitasnya pada bimbingan online persiapan UTBK, Seleksi Masuk UI (SIMAK UI) dan seleksi masuk PTN lainnya kepada siswa madrasah atau santri pesantren. 

"Saat ini, Tim Edukasi Alumni UI sedang membimbing puluhan santri di Pesantren Asshidiqiyah Jakarta Barat dan Pesantren Nurul Huda Kabupaten Bekasi agar bisa lulus di UTBK, SIMAK UI dan seleksi masuk PTN lainnya pada 2022," terangnya.

Menurut Abdurrahman, Tim Edukasi Alumni UI masih membuka kesempatan bagi madrasah atau pesantren yang ingin bergabung dengan program bimbingan online persiapan UTBK 2022 tersebut.  Tim Edukasi Alumni UI dapat dihubungi di 081389618826. 


Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot