Ayun-Temayun: Dari Permainan hingga Kepercayaan

Senja Bagus Ananda | Aris Moza - Sabtu, 6 November 2021, 11:58 WIB

Ilustrasi tradisi Baayun Banjarmasin, Ayun-Temayun: Dari Permainan hingga KepercayaanIlustrasi tradisi Baayun Banjarmasin, Ayun-Temayun: Dari Permainan hingga Kepercayaan/Istimewa

Oleh M. Ishom el-Saha 

FIXJAKARTA.COM - Secara bahasa ayun berarti bergerak ke depan dan ke belakang, ke kanan dan ke kiri secara teratur. Dari model gerakan ini, kata ayun diidentikkan dengan kegiatan menyenangkan untuk menurunkan tensi pikiran, seperti bergoyang, berjoget, berayun, dan berbuai-buai, serta ditimang-timang. Makanya bukan saja anak kecil yang suka diayun, melainkan juga orang dewasa pun senang bermain ayunan

Manusia dalam segala umur senang duduk dan tidur di ayunan sebab teruji klinis mampu menenangkan pikiran. Menariknya lagi sinyal otak manusia sewaktu diayun ternyata masih aktif walaupun kelihatan terlelap. Hal ini berbeda dengan posisi rileks manusia di tempat biasa, sekalipun berbaring di atas kasur maupun di pinggir pantai.

Di Indonesia terdapat banyak macam jenis ayunan. Antara lain keranjang ayun, kain ayun, tali ayun, kursi ayun (kursi goyang), hammock (tempat tidur gantung), per ayun, kayu ayun, dan sebagainya. Apakah hal ini menandakan bahwa bangsa Indonesia tergolong bangsa yang suka santai?

Banyaknya jenis ayunan yang dikenal bangsa Indonesia tidak berarti menunjukkan bangsa ini senang bersantai-santai. Ayun-temayun oleh masyarakat tidak sekadar dianggap permainan, tetapi juga kepercayaan, atau kita sebut dengan spiritualitas ayunan. Hal ini seperti dalam tradisi Ayun Pengantin di Cilegon Banten dan Tari Golek Ayun-Ayun di Yogyakarta serta Tradisi Baayun di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Editor: Senja Bagus Ananda

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot