Arti Sebutan 'Gus' dan Para Gus Yang Terkenal

Sukarno | Abdul Rohman - Selasa, 2 November 2021, 13:21 WIB

Beberapa Gus yang berkumpul, di antaranya Gus Miftah dan Gus Yusuf, apa arti sebutan ‘Gus’ dan siapa sajakah para Gus yang terkenal?Beberapa Gus yang berkumpul, di antaranya Gus Miftah dan Gus Yusuf, apa arti sebutan ‘Gus’ dan siapa sajakah para Gus yang terkenal?/Instagram: gusmiftah

FIXJAKARTA.COM - Sebutan Gus sangat umum di Jawa. Gus adalah sebutan yang ditujukan kepada anak lelaki keturunan kyai di Jawa. Selain kepada anak, gus juga bisa disematkan kepada menantu lelaki seorang Kyai pengasuh pesantren. Mantu kyai juga bisa dipanggil Gus meskipun tidak memiliki garis keturunan kyai.

Menurut KBBI, gelar 'Gus' ini bermakna 'bagus, tampan, atau pandai'.

Sementara itu, sebutan untuk perempuan dalam masyarakat pesantren adalah ning.

Baca juga: Anggota Komisi III DPR Cucun Ahmad Syamsurizal Dukung Kapolri Perbaiki Citra Kepolisian

Biasanya, ketika seseorang yang disebut Gus naik menjadi pengurus pesantren, dia akan bergelar kyai. Pada tahap ini, seseorang yang dipanggil gus itu bisa menerimanya bisa juga tidak. Kalau lebih suka dipanggil gus, maka dia bisa tetap bergelar gus daripada kyai meskipun sudah naik kedudukan menjadi kepala pesantren yang diwariskan dari ayahnya.

Namun, tidak semua orang bisa mendapatkan panggilan Gus. Hanya orang-orang tertentu atau anak-anak laki-laki tertentu yang dimiliki kiai-kiai tentunya di pesantren-pesantren NU di Jawa Timur dan di Jawa Tengah.

Analogi gelar Gus seperti gelar putra mahkota kepada keturunan raja sebagai pewaris tahta. Si putra mahkota kelak akan berganti gelar menjadi raja, tapi bisa juga dia menolaknya. Akan tetapi, tetap akan dianggap sebagai putra mahkota yang sebenarnya.

Di Madura, "Gus" lebih dikenal dengan sebutan "Lora". Karenanya, di Madura, seorang putra kyai besar akan dipanggil Lora bukan Gus.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot