Apa Itu Tarekat? Ini Sejarahnya

Sukarno | Abdul Rohman - Selasa, 31 Agustus 2021, 16:43 WIB

Lambang JATMAN, Organisasi Otonom dari NU yang Mewadahi Perkumpulan Tarekat Mu’tabaroh di IndonesiaLambang JATMAN, Organisasi Otonom dari NU yang Mewadahi Perkumpulan Tarekat Mu’tabaroh di Indonesia/Facebook Fanpage: Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah

FIXJAKARTA.COM - Kata Tarekat berasal dari bahasa Arab, Thariqah, yang berarti 'jalan'. Tarekat merupakan jalan atau metode yang ditempuh melalui tahapan-tahapan (maqamat) berdasarkan syariat (hukum Islam) oleh seorang thariq atau pejalan untuk menuju jalan hakikat dengan lebih memahami, mengetahui, dan mengenal Allah SWT.

Guna mendekatkan diri dengan Sang Khalik, para pengikut tarekat secara rutin melakukan wirid berupa salat sunnah, zikir dan doa sepanjang waktu, pagi, siang, sore dan malam hari. Ini dimaksudkan agar mencapai puncak makrifat (pengetahuan).

Di antara sederet tarekat, ada yang dipandang sah dan ada pula yang tidak sah. Sebuah tarekat dikatakan sah (mu'tabarah), apabila amalan tarekat itu dapat dipertanggungjawabkan secara syariah alias sesuai dengan Alquran dan Hadist.

Sedangkan, tarekat tak sah (ghair mu'tabarah) adalah tarekat yang tak berpedoman pada dua hal, yakni Alquran dan Hadits.

Komponen utama sebuah organisasi tarekat terdiri dari guru, murid, amalan, zawiyyah dan adab. Ritual ibadah tarekat diajarkan seorang guru atau mursyid kepada muridnya dengan penuh kedisiplinan. Melaksanakan amalan tarekat disebut suluk, sedangkan pengamalnya disebut salik. Murid merupakan penamaan bagi pembelajar tarekat. Sangat diperlukan seorang mursyid bagi pengamal tarekat agar tidak terjadi ketimpangan.

Dalam tradisi Islam, tarekat sudah lama dipraktikkan, bahkan sejak zaman Rasulullah SAW masih hidup. Tarekat pada masa lalu berbentuk perilaku asketis alias meninggalkan keduniawian atau zuhud. Sikap inilah yang kemudian berkembang dan dikembangkan oleh ulama masa lalu sebagai model tarekat.

Versi lainnya menyebutkan bahwa tarekat Qadiriyah yang pertama kali berdiri. Tarekat ini diajarkan Abdul Qadir bin Abdullah Al Jili, seorang sufi tersohor di Baghdad. Menurut legenda, sufi kelahiran Jilan, Persia 471 H itu adalah orang saleh yang memiliki keajaiban.

Menurut Al Jurjani `Ali bin Muhammad bin `Ali (740-816 M), tarekat ialah metode khusus yang dipakai untuk menekan hawa nafsu. Sebab, hawa nafsu, kerap menjadikan manusia jauh dari Tuhan.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot