Antisipasi La Nina, Kementerian Pertanian Pastikan Stok Pangan Aman

Alfanny - Selasa, 9 November 2021, 18:58 WIB

Antisipasi La Nina, Kementerian Pertanian Pastikan Stok Pangan AmanAntisipasi La Nina, Kementerian Pertanian Pastikan Stok Pangan Aman/Istimewa

FIXJAKARTA.COM.  Untuk mengantisipasi ancaman La Nina, Kementerian Pertanian sudah menyiapkan sejumlah strategi dan memastikan bahwa stok pangan aman.

Sesuai rilis BPS bahwa produksi padi 2021 diperkirakan 55,27 juta ton GKG lebih tinggi 620 ribu ton GKG dibanding 2020.

“Ini berkat berbagai program perluasan tanam, peningkatan Indek Pertanaman, peningkatan produktivitas, penggunaan varietas benih unggul, subsidi pupuk, dukungan kredit KUR dan lainnya,” ujar Direktur Jenderal Tanaman Panga, Kementan Suwandi dalam rilis di situs Kementan pada Jumat 5 November 2021 yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Suwandi menyebutkan untuk mengantisipasi dampak La Nina perlu dilakukan koordinasi lintas sektoral terkait pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi  seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang  atau  puting beliung dan sebagainya yang berada di wilayah rawan terdampak La-Nina.  

“Sektor pertanian memang paling rawan terkena dampak La Nina," ujarnya.

Menurut Suwandi, ada beberapa strategi dan langkah antisipasi La-Nina yang harus dilakukan.

"Pertama, update mapping wilayah rawan banjir dan endemis serangan organisme pengganggu tumbuhan.  Kedua meningkatkan Early warning system dan rutin memantau informasi BMKG dan ketiga kesiap-siagaan Brigade La Nina (Brigade DPI-OPT), Brigade Alsin & Tanam, Brigade Panen dan Serap Gabah Kostraling," urai Suwandi.

Suwandi kemudian menambahkan strategi lainnya dalam mengantisipasi La Nina.

"Keempat yaitu pompanisasi in-out dari sawah, rehab jaringan irigasi tersier/kwarter. Kelima gunakan benih tahan genangan  seperti Inpara 1-10, Inpari 29, Inpari 30, Ciherang, dan lain-lain. Keenam  gunakan asuransi usaha tani padi dan/bantuan benih gratis bagi puso, Ketujuh kengkompensasi luas tanam di daerah lain/ tidak terkena La Nina, serta kedelapan antisipasi panen raya saat hujan dengan alsin panen dan pasca panen dengan kostraling dryer, RMU, silo dan lain-lain," tutur Suwandi. 

Dukungan Kementan dalam menghadapi dampak La Nina sudah mulai dilakukan seperti dengan penyediaan embung yang dapat dimanfaatkan pada tahun 2021 sebanyak 400 unit, fasilitasi AUTP dengan alokasi seluas 1 juta hektar tahuhn 2022, bantuan benih karena kejadian bencana alam (force majeure), kompensasi luas tanam bagi lahan yang terdampak banjir, serta optimalisasi alsin panen dan pasca panen (kostraling dryer, RMU, silo dll). 

Baca Juga: https://jakarta.fixindonesia.com/berita/pimpin-sidang-menteri-pertanian-asean-menteri-pertanian-ri-syahrul-yasin-limpo-pastikan-ketahanan-pangan-regional/AXFhW4496rFs9n8Griqg6K

Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi Pati Kamis 4 November 2021 lalu mengingatkan adaptasi dan mitigasi perubahan Iklim mengingat Indonesia adalah negara terbesar ke-4 dunia. Oleh karena itu, tanggung jawab dan tantangannya pun juga besar. 

"Kita belum selesai menghadapi tantangan covid-19 yang masih terjadi sampai hari ini dan kita dihadapkan juga dengan emisi gas, efek rumah kaca dan persoalan lingkungan. Ingat, perekonomian dunia porak poranda selama dua tahun, termasuk Indonesia. Namun yang mampu bertahan adalah sektor pertanian," ungkapnya. 

Mentan Syahrul juga menyampaikan bahwa dalam kondisi dan situasi apa pun, pertanian harus tetap berproduksi. Ia mencontohkan, negara-negara yang mengalami 4 musim, mereka kini tengah mengalami kesulitan dalam hal produksi pangan. 

Memasuki musim penghujan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan mengalami peningkatan pada November-Desember 2021, dan mencapai puncaknya pada Januari- Februari 2022 terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian selatan dan Sulawesi bagian selatan, berkisar antara 20 - 70% di atas normalnya. 

La Nina tahun ini diprediksikan memiliki dampak yang relatif sama seperti tahun sebelumnya. Antisipasi terus dilakukan Kementan untuk mengamankan target luas tanam padi seluas  8,3 juta ha melalui deteksi dini agar dapat ditentukan langkah operasional penanganannya.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot