Anggota DPR Faisol Reza: Belum Ada Capres Potensial di 2024

Alfanny - Jumat, 15 Oktober 2021, 19:24 WIB

Faisol RezaFaisol Reza/dpr.go.id

FIXJAKARTA.COM.      Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPR RI Faisol Riza menyatakan, saat ini masih sangat sulit untuk mengambil kesimpulan yang cukup dominan mengenai siapa yang akan menjadi calon presiden (capres) pada pemilihan presiden (pilpres) ke depan. Hal itu dikarenakan peta ruang pilpres 2024 masih sangat terbuka.

"Tersedia waktu untuk calon-calon lain untuk bersaing, termasuk dalam hal ini para ketua umum partai. Ruang pilpres masih sangat terbuka, jadi belum bisa disimpulkan apapun," ucap Faisol dalam diskusi Dialektika Demokrasi yang mengangkat tema 'Membaca Peta Koalisi dan Potensi Kontestasi 2024' di Kamis 14 Oktober2021 sebagaimana dilansir situs spr.go.id yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Menurut Faisol, salah satu yang menjadi tanda bahwa masih terbukanya ruang pilpres 2024 adalah masih sulitnya menentukan jadwal pilpres 2024.

"Dengan demikian masih terbuka ruang bagi semua partai politik untuk menyusun agenda sebaik mungkin supaya bisa memenangkan pemilu 2024," tandasnya.

Faisol mengatakan, jika melihat secara umum hasil survei terkini, maka didapati bahwa elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto cukup unggul di atas nama-nama lain yang muncul. Meski begitu, PKB belum melihat adanya kekuatan capres tertentu yang cukup signifikan dalam kontes pilpres ke depan.

"Karena masih cukup banyak ruang yang kosong yang belum didominasi oleh satu orang calon. Kalau kita ingat 2017 awal, praktis peta politiknya sudah terbelah menjadi dua yaitu Prabowo dan Jokowi. Pada saat 2017 itu kesimpulan PKB pada waktu itu bahwa tidak ada presiden selain Jokowi dan Prabowo. Oleh karena itu pilpres dianggap sudah selesai," ungkap Ketua Komisi VI DPR RI itu.

Karena pilpres sudah selesai, sambungnya, maka yang diperebutkan adalah posisi calon wakil presiden. "Oleh karenanya pada 2017 lalu, Ketua Umum PKB memasang billboard-nya cawapres 2019. Kesimpulan PKB pada waktu itu pilpres sudah selesai, bahkan kami juga menyimpulkan Jokowi yang akan menjadi pemenang pilpres. Pertarungan hanya terjadi mengenai siapa yang bakal menjadi cawapres pada 2019," tutur Faisol.

Ditegaskan legislator dapil Jawa Timur II tersebut, kondisi inilah yang tidak terjadi pada tahun 2021 dan awal 2022.

"Karena peta capres masih begitu terbuka. Oleh karena itu sangat sulit untuk mengambil suatu kesimpulan yang cukup dominan siapa yang akan menjadi capres ke depan," pungkasnya

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot