Anak Usia 5 - 11 Tahun Akan Divaksin Awal 2022, Puan Berharap Vaksinasi tersebut Bisa Normalkan Duna Pendidikan

Alfaryandi | Alfanny - Jumat, 29 Oktober 2021, 14:06 WIB

Anak Usia 5 - 11 Tahun Akan Divaksin Awal 2022, Puan Berharap Vaksinasi tersebut Bisa Normalkan Duna PendidikanAnak Usia 5 - 11 Tahun Akan Divaksin Awal 2022, Puan Berharap Vaksinasi tersebut Bisa Normalkan Duna Pendidikan/Istimewa (Foto sebelum pandemi)

FIXJAKARTA.COM.  Pemerintah merencakan akan melakukan vaksinasi untuk anak usia 5 -11 tahun. Saat ini ada 3 merek vaksin Covid-19 yang sedang diuji klinis oleh BPOM untuk anak usia 5-11 tahun, yakni Sinovac, Sinopharm, dan Pfizer. Ketua DPR Puan Maharani berharap agar proses uji klinis oleh BPOM berjalan lancar sehingga target pemberian vaksin pada awal tahun 2022 bisa terlaksana.

“Setelah ditunggu-tunggu, kita bersyukur akhirnya rencana pemberian vaksin untuk anak 5-11 tahun akhirnya mulai berjalan. Ini perkembangan baik, karena prinsipnya setiap warga negara usia berapapun berhak atas kesehatan, termasuk terlindungi dari Covid-19,” kata Puan, Jumat Jumat 29 Oktober 2021 dalam rilis yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Puan menegaskan, DPR RI siap mengawal proses pemberian emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 bagi anak usia 5-11 tahun yang sekarang sedang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

“Anak-anak harus terlindungi dari Corona. Semakin cepat izin keluar semakin baik. Namun BPOM juga tidak perlu terburu-buru karena prinsip keamanan vaksin harus menjadi prioritas,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan pun meminta pemerintah menyiapkan berbagai sarana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak usia 5-11 tahun, sembari menunggu proses izin penggunaan vaksin.

“Fasilitas kesehatan dan tenaga medis harus disiapkan sebaik-baiknya di seluruh daerah. Karena sasaran vaksin untuk anak-anak, tentunya treatment juga harus disesuaikan,” tutur Puan.

Baca Juga: https://jakarta.fixindonesia.com/berita/desak-zero-accident-puan-sesalkan-kecelakaan-transjakarta-dan-lrt-jabodetabek/CyYckMdnzJYudDxETFcCcj

Mantan Menko PMK itu yakin jika vaksinasi kepada anak berjalan lancar, dunia pendidikan nasional akan kembali normal. Apalagi saat ini pemerintah mendorong satuan pendidikan di daerah dengan status PPKM level 1-3 untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Pembelajaran tatap muka untuk semua satuan pendidikan mutlak dilakukan agar anak-anak kita sebagai generasi penerus tidak kehilangan kualitas pendidikan,” sebutnya.

“Jika seluruh anak usia sekolah sudah divaksin, pembelajaran bisa kembali dilakukan di sekolah seperti sebelum pandemi Covid-19 melanda,” lanjut Puan.

Di sisi lain, Puan mendorong pemerintah agar mempercepat proses vaksinasi bagi kelompok remaja usia 12-17 tahun yang saat ini masih terus berjalan. Pihak sekolah dan orangtua murid pun diminta ikut aktif memastikan anak-anak remaja sesegera mungkin mendapat vaksin Covid-19.

“Meski begitu, saya mengingatkan vaksin bukan satu-satunya jaminan bagi anak-anak terbebas dari Corona. Orangtua dan guru-guru tetap harus memantau anak-anak agar disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” tegas Puan.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot