Alun-alun Yogyakarta Dipagari, GKR Condrokirono: Ini Milik Pribadi

Sukarno | Abdul Rohman - Selasa, 6 Juli 2021, 13:55 WIB

Gusti Kanjeng Ratu CondrokironoGusti Kanjeng Ratu Condrokirono/kratonjogja.id

FIXJAKARTA.COM - Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono, putri keraton Yogyakarta membuat heboh publik dengan cuitannya di twitter. Ia mengatakan bahwa alasan alun-alun dipagari karena itu milik pribadi.

"Alun-alun itu pekarangan rumah bagi Raja, untuk dijaga agar tidak kumuh. Bagaimana kalau pekarangan rumah kalian dibuat kumuh oleh orang lain? Orang-orang sekarang berbeda dengan orang jaman dulu yang tahu cara menghargai orang lain," ujarnya dalam akun @gkrcondrokirono.

Cuitan ini yang memicu perdebatan di kalangan netizen. Namun lebih banyak yang protes ketimbang membenarkan cuitan tersebut.

"Kalo itu dianggap pekarangan rumah, membenahinya pakai uang sendiri dong jangan uang rakyat. Kalo ada saudara sakit yo prioritaskan bantu sodara dulu bukannya malah mikir pekarangan. Logikanya," tulis seorang warganet.

"Lho kok ngoten to Gusti... Alun-alun di daerah lain kan tempat publik, masyarakat dapat memanfaatkan untuk bersosial. Seharusnya alun-alun menjadi tempat Raja hadir bersama Rakyat kan? Apakah Raja tidak butuh Rakyat, sehingga alun-alun dipagari..?" tambah warganet yang lain.

Sebelum GKR Condrokirono mencuit soal alun-alun, mulanya postingan akun twitter @ugmtoday soal pembiayaan operasional Satgas Penanganan COVID-19 Pemprov Yogyakarta di tingkat pedukuhan, rukun kampung, rukun warga, dan rukun tetangga, sebabnya Sultan HB X menyatakan bahwa biaya operasional berasal dari swadaya masyarakat.

Lantaran pernyataan Sri Sultan, netizen banyak yang mempertanyakan kemana Dana Keistimewaan (Danais) yang diberikan untuk DIY. Kemudian persoalan ini merembet pada pertanyaan terhadap keputusan pemerintah DIY agar mengeluarkan anggaran untuk memagari alun-alun daripada membantu ekonomi rakyat ataupun kebutuhan medis di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, pemagaran Alun-alun Utara tersebut menggunakan danais yang habiskan biaya hingga Rp 2,3 Milyar.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot