Akibat Lonjakan Covid di Jakarta, MUI dan DMI Himbau Salat Jumat dan Rawatib di Rumah

Aris Moza - Rabu, 23 Juni 2021, 7:00 WIB

Masjid Pangeran JayakartaMasjid Pangeran Jayakarta/simas.kemenag.go.id

FIXJAKARTA.COM - Kasus Covid-19 yang terus-menerus mengalami kenaikan di DKI Jakarta membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta dan Pimpinan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan maklumat yang ditunjukkan kepada masyarakat muslim di DKI Jakarta pada 21 Juni 2021. Seruan itu untuk mengimbau kepada jamaah musala dan masjid untuk mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur di rumah dan melaksanakan salat rawatib lima waktu di rumah.   

Hal itu tertuang dalam maklumat bersama MUI DKI Jakarta dan DMI DKI Jakarta Nomor B-170/DP-PXI/VV2021 Nomor 2.117 / SBANG / DMI / 2021 - DKI / VI. tentang Penyelenggaraan Shalat Rawatib dan Shalat Jum'at di Masa Pandemi Covid-19 yang diterima FIXJAKARTA.COM pada Selasa 22 Juni 2021.   

Dalam surat tersebut MUI dan DMI DKI Jakarta meminta seluruh pengurus / jamaah masjid / musala, ulama, dan khatib se-DKI Jakarta untuk mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur di rumah masing-masing dan diimbau untuk melakukan salat rawatib di rumah masing-masing.   

Ketentuan tersebut berlaku mulai tanggal 22 Juni sampai 5 Juli 2021 atau sampai adanya maklumat berikutnya.

Menurut MUI dan DMI DKI Jakarta dalam surat tersebut peniadaan salat berjamaah di masjid dan musala serta peniadaan salat Jumat berdasarkan berbagai pertimbangan.   

Hal itu karena melihat perkembangan penyebaran kasus Covid-19 akhir-akhir ini mengalami peningkatan dan sangat mengkhawatirkan sehingga Provinsi DKI Jakarta zona merah.   

MUI dan DMI DKI Jakarta merasa perlu adanya tindakan pencegahan secara menyeluruh untuk memutus mata rantai penyaluran yang salah satunya melalui peniadaan berkumpulnya banyak orang.   

Meskipun salat jamaah tidak dilakukan di musala atau masjid, azan dan iqamah tetap dilakukan setiap waktu salat.   MUI dan DMI DKI Jakarta juga mengimbau pengurus masjid atau musala untuk memanfaatkan suara masjid dan musala untuk mengingatkan warga akan bahaya Covid-19 dan menghindari sementara waktu tidak melakukan perkumpulan atau pertemuan-pertemuan.   

MUI dan DMI DKI Jakarta juga meminta masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan sterilisasi masjid.

Editor: Senja Bagus Ananda | Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot