50,3% Anak Muda Merasa Tidak Terikat Ormas Apapun, Alvara Sebut NU Butuh Kyai Muda untuk Atasi Tantangan Tersebut

Alfanny - Minggu, 21 November 2021, 16:33 WIB

50,3% Anak Muda Tidak Merasa Terikat Ormas Apapun, Alvara Sebut NU Butuh Kyai Muda untuk Atasi Tantangan Tersebut50,3% Anak Muda Tidak Merasa Terikat Ormas Apapun, Alvara Sebut NU Butuh Kyai Muda untuk Atasi Tantangan Tersebut/Istimewa

FIXJAKARTA.COM.   Peneliti Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei sebanyak 50,3 persen mayoritas anak-anak muda merasa tidak terikat ormas manapun termasuk NU.  Menurut Ali, ini adalah tantangan bagi keberlangsungan ormas tersebut, termasuk NU sendiri sehingga NU membutuhkan kyai muda untuk memimpin PBNU agar bisa mengatasi tantangan tersebut. 

Ali mengungkapkan bahwa saat ini kader muda NU memiliki beragam keahlian di luar bidang keagamaan. Untuk itu, kata dia, NU harus bisa memfasilitasi kader-kader mudanya yang sudah tersebar ke berbagai sektor pendidikan.

“Ada dari sisi tekonologi digital, data scientist, robotika. Nah, kader yang sangat beragam ini juga menjadi tantangan NU,” ujar Ali dalam sebuah webinar sebagaimana dilansir NU Online  pada Jumat 19 November 2021 yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Baca Juga: https://jakarta.fixindonesia.com/berita/tegas-calon-ketum-pbnu-gus-yahya-janji-tidak-jadi-capres-atau-cawapres/2J8WukZnpGHfmM9sow867e

Ali juga berharap NU turut mewarnai ruang diskusi di media sosial agar bisa lebih menunjukkan wajah keislamannya. Ali juga menyarankan agar memperhatikan kemasan tayangan di media sosial agar lebih menarik lagi untuk dilihat oleh anak-anak muda. 

Tantangan lainnya menurut Ali adalah munculnya fenomena generasi Islam baru yang memiliki ciri khas yaitu tinggal di perkotaan, anak muda, dan kelas sosial menengah ke atas. Ia memperkirakan generasi ini berjumlah sekitar 30-33 juta orang. 

“Dari sisi keberagaman, mereka cenderung independen atau merasa tidak terikat dengan ormas manapun. Ketiga ciri tersebut kemudian melahirkan empat karakter seperti, bergantung pada teknologi, semangat religiusitas yang tinggi, gaya hidup dan pola pikir modern, dan daya beli yang tinggi,” terang Ali yang juga merupakan pengurus di Pimpinan Pusat GP Ansor.  

Ali berharap sejumlah tantangan tersebut dapat di jawab oleh NU agar NU ke depan semakin kompatibel dengan karakter generasi Islam baru. 

“Tiga tantangan ini perlu kita tuntaskan agar NU bisa kompatibel dengan perubahan yang terjadi hari ini dan masa depan. Kalau kita tidak lakukan hari ini, kita harus khawatir dengan struktur penduduk yang terus berubah,” tandasnya. 

Pada bulan Desember mendatang, NU akan melaksanakan muktamarnya di Lampung.  Sampai saat ini sudah beredar dua nama yang bersedia dicalonkan sebagai ketua umum PBNU yaitu KH Yahya Cholil Staquf yang masih berusia 55 tahun dan incumbent KH Said Aqil Siroj yang berusia 68 tahun. 

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot