37 Tahun Tragedi Tanjung Priok, KontraS: Hak Korban Belum Dipenuhi

Senja Bagus Ananda | Sukarno - Senin, 13 September 2021, 16:10 WIB

Tragedi Tanjung Priok 1984Tragedi Tanjung Priok 1984/Istimewa

FIXJAKARTA.COM - Tragedi Tanjung Priok pada 12 September 1984 adalah kerusuhan yang melibatkan aparat militer dan warga sipil. 

Dalam perspektif Hak Asasi Manusia (HAM), peristiwa ini merupakan salah satu pelanggaran HAM berat yang terjadi di era Orde Baru. Kejahatan kemanusiaan ini dilatarbelakangi supremasi ideologi bernama “Asas Tunggal Pancasila”, yang sebetulnya hanyalah kamuflase berbagai pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Presiden Soeharto dan kroninya. Dengan berdalih atas nama ideologi, Soeharto merepresi sejumlah komunitas, seperti komunitas Islam

Beberapa minggu sebelum peristiwa Tanjung Priok, para ulama di Tanjung Priok kerap mengkritik keras pemerintah Orde Baru yang dinilai tidak berpihak kepada umat Islam. Kritik-kritik tersebut disampaikan melalui suara pengeras masjid dan poster-poster. Kritik yang kerap disampaikan oleh para ulama adalah pemaksaan Pancasila dijadikan satu-satunya asas yang harus dicantumkan termasuk bagi organisasi Islam dan diskriminasi pemerintah terhadap para siswa atau mahasiswa berjilbab. 

Suara penolakan dari komunitas umat Islam di Tanjung Priok lalu direspons dengan tindakan sewenang-wenang seorang anggota Babinsa bernama Hermanu di Mushola As-Sa’adah. 

Editor: Senja Bagus Ananda

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot